Blessing
in Disguise. Setelah gagal merencanakan workshop bagi guru-guru di
sekolah-sekolah se-DIY, akhirnya datang juga kesempatan yang langka ini.
Tamu undangan sudah mulai berdatangan sejak pukul
14.30.Hingga detik terakhir menjelang pukul 15.00 WIB, Janine yang seharusnya
muncul ternyata beranggapan waktunya sama dengan pukul 16.00 WIB. Akhirnya mas Miftah
sungguh-sungguh menjadi penyelamat forum.
Teleconference kali ini merupakan
event yang cukup signifikan bagi Yogyakarta. Dengan mengambil momen pelatihan
guru-guru bahasa Inggris dan para wakil kepala sekolah dari 15 sekolah Rintisan
Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) se Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta,
kelompok belajar guru Bahasa Inggris berinisiatif mengisi materi kuliah
Pembelajaran dengan memanfaatkan IT ini dengan berteleconferensi langsung
dengan narasumber dari relawan 1000guru. Karena jumlah peserta hanya 15 orang,
maka kami sepakat menambah audiense dengan mengundang guru-guru mata pelajaran
MIPA dan Matematika dari sekolah kami masing-masing sehingga terundang kurang
lebih 45 peserta. Dan alhamdulillah peserta yang hadir hampir 40an peserta.
Akhirnya pada pukul 15.00 WIB mas
Miftah memulai presentasi yang berjudul utilizing
Technology to Facilitate Learning yang ditulis bersama Hery The. Materi ini sangat relevan dengan tujuan
digelarnya acara ini. Beberapa guru bertanya seputar materi dan beberapa hal
teknis dalam menyiapkan teleconferen. Setelah menjawab beberapa pertanyaan, mas
Miftah pamit sholat Asyar yang mungkin belum ditunaikan karena begitu sampai
rumah, beliau langsung berkutat dengan komputer untuk menyiapkan presentasi.
Betul-betul perlu diacungi dua jempol untuk dedikasi teman-teman aktivist
1000guru.
Tepat pada pukul 16.00, Janine masuk
persis ketika para peserta sedang menunaikan ibadah sholat ayar WIB. Maka saya
dan kru SMA Muha menyiapkan presentasi dengan Janine. Latar belakang tema
presentasi Janine adalah memberi gambaran kepada para guru sekolah RSBI tentang
bagaimana program imersi pendidikan diterapkan di Kanada. Dengan mengambil
judul Implementing Language Immersion Janine menggambarkan proses menuju program
imersi yang diawali dengan menggambarkan pemakaian bahasa Perancis mulai
dipakai sebagai bahasa pengantar, lalu dipakai 50% mendampingi bahasa Perancis
sampai bahasa Perancis dipakai secara full alias 100% dan inilah yang dinamakan
program imersi.
Janine juga memberikan gambaran
bahwa program imersi ini memberikan beberapa keuntungan/manfaat antara lain
meningkatnya kecakapan berbahasa, kesadaran keberagaman budaya dan meningkatnya kesempatan kerja. Keuntungan
lain adalah terbentuknya perspektif baru oleh siswa yaitu menambah motivasi,
kebutuhan, dan dukungan.
Disamping sudut pandang siswa,
keyakinan guru yang mengajar dengan menggunakan bahasa asing (bahasa kedua)
juga perlu mendapat sorotan. Beberapa hambatan yang ditemukan di lapangan
aantara lain sulitnya memotivasi siswa, dukungan, kurangnya pelatihan yang mengkhususkan pada
bahasa, lemahnya metodologi, lemahnya motivasi dan kurangnya waktu.
Upaya-upaya yang perlu dilakukan
untuk mengatasi masalah ini adalah rekruitmen guru yang memenuhi syarat
(qualified), mengembangkan kurikulum dan materi pengajaran yang up to date dan
relevan bagi siswa, meyakinkan siswa gunanya program ini bagi masa depan mereka
sebagai alternatif yang bermanfaat.
Diskusi ini dipandu oleh fasilitator
kami yaitu Bapak Pius, seorang dosen dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Meskipun pertanyaan tidak terlalu
banyak karena keterbatasan waktu namun kelihatan bahwa para peserta sangat
tertarik dan beberapa mengungkapkan keinginan mereka mencoba metode ini dalam
pembelajaran di sekolah mereka.
Sekali lagi terima kasih yang sangat
besar untuk mas Miftah and also to Janine.
Semoga kesempatan ini menjadi batu
loncatan 1000guru.net untuk masuk ke sekolah-sekolah di Yogyakarta secara lebih
luas.
Rohmatunnazilah
SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar